Jumat, 07 Januari 2011

WARNA BUDAYA Masyarakat di CC Garu Luku Gunung Kidul



Kebudayaan adalah hasil cipta dan karsa manusia yang dapat dituangkan dalam bentuk benda, ide, konsep, kegiatan ataupun beragam macam. Yang diolah sedemikian rupa menjadi unsur-unsur budaya yang banyak berkecimpung didunia sosial masyarakat. Hal itu juga bisa dijabarkan sebagai satu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Di masyarakat Dusun Pucung desa kemadang kecamatan Tanjung sari Kabupaten Gunung kidul Daerah Istimewa Yogyakarta dimana Balai Anak Garu Luku binaan SOS Children’s Villages berada. Memiliki kebudayaan menarik yang berkaitan dengan sosial kemasyarakatan, terutama berbagai kegiatan Rembug warga baik itu dilakukan khsusus oleh Ibu-ibu, bapak-bapak, maupaun kegiatan rembug karangtaruna setempat.

Yang menarik untuk dilihat adalah berbagai kegiatan rembug warga tersebut menggunakan media arisan sebagai ajang bertukar pikiran dan pendapat untuk melakukan program yang akan dicanangakan. Dan media yang diberikan dari arisan tersebutpun sangat beragam ada yang memang hal biasa yang dilakukan di kebanyak tempat arisan dengan menggunakan Uang. Namun di masyarakat pucung ini sebagian besar arisan menggunakan bahan makanan hasil bumi yang telah dipanen warga setiap 1 tahun 2-3 kali. Misal rembug warga yang dilakukan Ibu-Ibu PKK, rembug warga bapak-bapak dan rembug bandusan dusun pucung, desa kemadang tersebut, di tahun 70an warga melakukan kegiatan arisan menggunakan singkong karena pada tahun tersebut singkong menjadi komoditi terbesar masyarakat setempat, pada tahun 80an berangsung pidah melalui media singkong dan jagung, pada era 90an sampai sekarang arisan yang dilakukan beragam ada yang menggunakan singkong, beras bahkan dan ada pula yang menggunakan telur sepertiyang dilakukan POSYANDU dusun pucung yang diawali dari PMT pemerintah hanya diberikan untuk balita 1th 2x.


Sejarah telah mencatat peradaban yang masih terjaga dan dilestarikan di dusun pucung desa kemadang ini yang membuktikan bahwa warisan budaya leluhur masih sangat kental dirasakan di wilayah ini. Hal ini bertujuan untuk menanamkan sikap kesederhanaan yang dimiliki warga setempat dan sifat kegotongroyongan dan kebersamaan warga tidak luntur dengan kemajuan zaman. Olehkarena itu setiap bulannya kegiatan arisan baik yang dilakukan oleh bapak-bapak, ibu-ibu bahkan karang taruna masih ada sampai saat ini dan sebagian masih berupa arisan yang berbentuk bahan pangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar